Pilpres 2019, survey, kampanye, capres, cawapres, debat, politik
CONTACT US
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Silahkan isi form di bawah ini untuk menghubungi kami. Jika tidak ada halangan dan kesibukan lainnya, kami akan langsung merespon dengan cepat pesan yang Anda kirimkan.
Beberapa waktu lalu, Presiden jokowi telah menggratiskan jembatan Tarif Tol Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura. Dirinya juga mengungkapkan bahwa kebijakan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019 mendatang "Jangan apa-apa dikaitkan dengan politik (pilpres). Ini urusan ekonomi, urusan investasi, urusan kesejahteraan, urusan rasa keadilan,” jelas Jokowi. Namun salah satu tokoh Madura yang juga mantan anggota DPR RI 2004-2009, yakni Djoko Edhi Abdurrahman membantah pernyataan Presiden Jokowi mengenai penggratisan tarif tol Jembatan Suramadu tidak ada kaitannya dengan politik. Menurutnya, kebijakan ini sangat kental kaitannya dengan Pilpres 2019 mendatang. Seperti dilansir dari suaranasional.com (31/10/18) Ia juga menuturkan, bahwa rakyat Madura tidak akan tertipu seperti halnya Mahfud MD. Dan cukup Mahfud MD saja yang tertipu. “Setelah Mahfud MD ditipu, rakyat Madura yang mau ditipu dengan free tarif. Cukup Mahfud MD yang ditipu,” kata Djoko ...
Pengamat atau peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, status petahana tidak menjanjikan Jokowi akan unggul di pilpres 2019. Selain itu Jokowi harus hati-hati, jangan sampai terjadi blunder yang bisa mengakibatkan ia terjungkal seperti Basuki Tjahaja Prunama (Ahok). Sebagaimana dikutip dari laman web Politiktoday.com - Zuhro mempunyai pandangan Jokowi bukan tidak mungkin akan mengalami nasib sama seperti Ahok. Sebagaimana calon dari petahana, Ahok harus tumbang di DKI Jakarta pada periode kedua kala itu oleh Anies Baswedan. Namun dengan tanda kutip, bahwa pilpres 2019 mendatang berlangsung secara bebas, jujur, dan adil. Akan tetapi, teori itu tak berlaku lagi jika ada kecurangan secara massif yang dilakukan oleh kubu petahana. Oleh karena itu, peneliti senior LIPI ini menghimbau supaya petahana tak melakukan kecurangan pada kubu lawan. Karena menurut Zuhro, jika kecurangan itu dilakukan maka kekacauan bisa terjadi di negeri ini. ...
Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Maruf Amin memiliki pendekatan khusus dalam meraup suara pemilih milenial. Wakil Ketua TKN Jokowidan Maruf Amin, Arsul Sani mengatakan salah satu pendekatan dengan menggaet suara milenial yakni saat kampanye nanti akan menggundang Nisa Sabyan Gambus. Sabyan Gambus merupakan salah satu grup musik gambus yang digawangi vokalis Nisa Sabyan yang tengah naik daun. Sebab kata Arsul, kubu pasangan calon presiden Prabowo Subianto - calon waki presiden Sandiaga Uno kemungkinan akan mengundang penyanyi dangdut Via Vallen yang juga tengah naik daun. "Kita kalau ngundang grup musik beda-beda. Kalau yang ini ya Nisa Sabyan ada lagi siapa itu, yang sono macam Via Vallen," ujar Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018). Arsul menuturkan pihaknya melakukan pendekatan yang berbeda-beda kepada pemilih milenial. Sebab kata Arsul ada perbedaan pendekat...
Komentar
Posting Komentar